Cara Menghitung Upah Tukang Harian dan Borongan

by | Jul 8, 2025 | Perencanaan & Anggaran | 0 comments

Cara Menghitung Upah Tukang Harian dan Borongan

Menghitung biaya tukang bangunan sering menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik proyek. Bagi Anda yang baru pertama kali membangun rumah atau tempat usaha, memilih antara sistem harian dan borongan perlu pertimbangan matang. Bila tidak cermat, biaya bisa melonjak dan tidak efisien.

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara menghitung upah tukang, baik harian maupun borongan. Selain itu, kita akan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem, serta tips untuk menerapkannya di lapangan.

Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

Sebelum membahas cara menghitung biaya tukang bangunan, pahami dulu perbedaan mendasar antara tukang harian dan tukang borongan:

  1. Tukang Harian: Sistem pembayaran berdasarkan jumlah hari kerja. Menurut beberapa sumber (lihat poin 5 di daftar referensi), tukang harian dibayar sesuai hari kehadiran.
  2. Tukang Borongan: Dibayar berdasarkan proyek secara keseluruhan. Dalam praktiknya, ada dua pola: borongan upah saja dan borongan utuh (material dan upah). Sebagaimana diungkapkan dalam poin 7, biaya borongan pola upah cenderung lebih murah daripada borongan utuh. Namun, semuanya bergantung pada luasan dan kompleksitas pekerjaan.

Perbedaan ini akan memengaruhi keputusan pemilik lahan, pemilik usaha, hingga investor properti untuk menekan biaya.

Keunggulan dan Kelemahan Tukang Harian

  • Keunggulan: Penggunaan tukang harian memberikan fleksibilitas (poin 9). Anda lebih mudah mengatur waktu kerja dan menyesuaikan lingkup pekerjaan secara bertahap.
  • Kelemahan: Risiko molor lebih tinggi jika tidak cukup pengawasan. Anda juga perlu memastikan tukang benar-benar bekerja produktif.

Keunggulan dan Kelemahan Tukang Borongan

  • Keunggulan: Menurut poin 8, sistem borongan sering dianggap efisien bila desain dan spesifikasi sudah matang. Pengerjaan cenderung lebih cepat karena tukang mengejar target.
  • Kelemahan: Jika spesifikasi berubah di tengah jalan, bisa ada biaya tambahan. Anda perlu mengawasi kualitas agar tidak terjadi pengerjaan asal-asalan demi mengejar waktu.

Cara Menghitung Biaya Tukang Bangunan Harian

Menghitung biaya tukang bangunan secara harian terbilang sederhana. Berikut langkah-langkah umum:

  1. Tentukan Upah Harian Per Tukang: Biasanya kisaran Rp100.000,00 hingga Rp150.000,00 per hari, tergantung lokasi dan keahlian.
  2. Estimasi Jumlah Hari Kerja: Prediksi lamanya proyek. Misalnya, untuk pekerjaan renovasi ringan bisa 10 hari.
  3. Kalikan Upah Harian dengan Jumlah Hari: Total biaya = (Upah harian) × (Jumlah tukang) × (Hari kerja).

Contoh: Misalkan Anda punya 2 tukang, masing-masing dibayar Rp120.000,00 per hari, dan durasi proyek adalah 10 hari.

Total biaya = Rp120.000,00 × 2 tukang × 10 hari = Rp2.400.000,00

Anda juga perlu memperhitungkan biaya lain seperti transportasi dan biaya konsumsi jika disepakati di awal.

Cara Menghitung Biaya Tukang Bangunan Borongan

Berdasarkan poin 6, ada beberapa metode menghitung upah borongan. Berikut salah satu caranya:

  1. Hitung Volume Pekerjaan: Ukur luasan dinding, lantai, atau bagian bangunan yang akan dikerjakan.
  2. Tentukan Harga Borongan per Meter: Harga dapat bervariasi, tergantung jenis pekerjaan (plesteran, acian, pengecatan, dan seterusnya).
  3. Kalikan Volume Pekerjaan dengan Harga Satuan Borongan: Hasilnya mewakili total biaya upah borongan.

Misalnya, Anda ingin memplester dan mengaci dinding seluas 100 m². Jika harga borongan upah adalah Rp40.000,00 per m², maka:

Total biaya = 100 m² × Rp40.000,00 = Rp4.000.000,00

Menurut poin 4, sistem borongan kerap disoroti karena lebih efisien dan cepat selesai.

Tabel Perbandingan Harian vs. Borongan

Aspek Tukang Harian Tukang Borongan
Pembayaran Per hari kerja Dibayar per proyek
Fleksibilitas Tinggi Menengah
Risiko Keterlambatan Cukup tinggi Lebih rendah
Efisiensi Biaya Tergantung pengawasan Tergantung volume dan spesifikasi

Tabel Kelebihan dan Kekurangan

Sistem Kelebihan Kekurangan
Harian • Fleksibel. • Risiko molor jika pengawasan lemah.
Borongan • Waktu pengerjaan cepat. • Perubahan desain menambah biaya.

Tips Memilih Sistem yang Paling Efisien

  1. Pastikan RAB (Rencana Anggaran Biaya) Tersusun: Menurut Syamsuri (2020), RAB adalah perkiraan biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk proyek konstruksi. RAB yang baik memudahkan Anda memprediksi kebutuhan dana.
  2. Pertimbangkan Jenis Proyek: Untuk renovasi kecil dan membutuhkan fleksibilitas tinggi, tukang harian mungkin lebih cocok. Bila Anda memiliki desain matang, borongan bisa jadi pilihan tepat.
  3. Lakukan Pengawasan: Baik sistem harian maupun borongan, tetap awasi mutu dan progres pekerjaan.
  4. Manfaatkan Platform Digital: Saat ini, platform digital terbaru (poin 10) dapat membantu Anda membandingkan efisiensi antara tukang harian dan borongan.
  5. Sesuaikan dengan Tujuan: Pemilik lahan, pasangan muda, investor properti, pelaku usaha, maupun mandor biasanya memiliki kebutuhan berbeda.

Sebagai contoh, pasangan muda yang ingin membangun rumah hemat anggaran bisa memilih tukang harian untuk beberapa pekerjaan, lalu menggunakan sistem borongan untuk pekerjaan besar seperti struktur. Sementara itu, investor properti yang hendak membangun kost lebih menekankan efisiensi waktu, sehingga borongan menjadi pilihan tepat.

Bagi Anda yang membutuhkan referensi lebih lanjut tentang standar kerja konstruksi, dapat merujuk pada panduan Kementerian PUPR. Dalam beberapa kasus, berpijak pada regulasi resmi membantu memastikan keamanan dan kualitas bangunan.

Tentang Tenderkansaja.com

Untuk memudahkan Anda dalam mencari dan membandingkan penyedia jasa tukang, Anda bisa memanfaatkan platform Tenderkansaja.com. Platform ini mempertemukan pemilik proyek dengan kontraktor, perencana, dan pengawas secara online. Mekanisme tender yang digunakan membantu Anda memilih penawaran paling kompetitif, sehingga proses pembangunan berjalan lebih efektif dan transparan.

Dengan memahami cara menghitung biaya tukang bangunan, memilih sistem upah yang tepat, dan memanfaatkan platform daring, Anda bisa memiliki kontrol lebih baik terhadap waktu dan biaya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pemilik lahan, pasangan muda, investor, pelaku usaha, serta para pekerja konstruksi.

0 Comments

Submit a Comment